Warga China Akui Curi Rp112 Triliun Bitcoin

Penegak Hukum Inggris Bongkar Kasus Kripto Terbesar

agileministry.com – Otoritas hukum Inggris berhasil mengungkap kasus pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah. Nilai total penyitaan mencapai lebih dari £5 miliar atau sekitar Rp112 triliun. Kasus ini melibatkan seorang warga negara China bernama Zhimin Qian, yang juga dikenal dengan nama Yadi Zhang.

Baca Juga : “Emil Audero Diragukan Bela Timnas di Kualifikasi 2026

Modus Penipuan Berkedok Investasi Menguntungkan

Jaring Ratusan Ribu Korban

Zhimin Qian menjalankan skema investasi palsu di China antara tahun 2014 hingga 2017. Skema itu menjanjikan dividen harian dan keuntungan tetap. Lebih dari 128.000 orang menjadi korban, kebanyakan investor berusia 50 hingga 75 tahun.

Janji Manis Dengan Label “Dewi Kekayaan”

Para korban menjulukinya sebagai “Dewi Kekayaan” karena reputasi semu yang dibangun. Janji keuntungan cepat membuat banyak investor menggelontorkan dana mulai ratusan ribu hingga puluhan juta yuan. Padahal, dana tersebut segera dialihkan ke aset digital seperti Bitcoin.

Jejak Pelarian ke Inggris

Menggunakan Dokumen Palsu

Setelah aksinya terbongkar, Qian melarikan diri dari China menggunakan identitas palsu. Ia menetap di Inggris dan mencoba mencuci hasil curiannya melalui berbagai cara, termasuk membeli properti mewah.

Bantuan Dari Orang Dekat

Dalam upaya mencuci uang, Qian dibantu oleh Jian Wen, mantan pekerja restoran cepat saji. Wen berperan penting dalam mengubah aset kripto menjadi properti. Ia membeli rumah mewah di London Utara serta properti di Dubai dengan nilai lebih dari £500.000.

Penyelidikan Panjang Kepolisian Inggris

Bukti Kripto Fantastis

Kepolisian Metropolitan London menyita lebih dari 61.000 Bitcoin dari hasil penipuan tersebut. Dari Jian Wen, mereka juga berhasil menyita Bitcoin senilai £300 juta. Kasus ini dinyatakan sebagai penyitaan kripto terbesar yang pernah terjadi di Inggris.

Pernyataan Otoritas Hukum

Robin Weyell, Wakil Kepala Jaksa Mahkota, menyebut kasus ini sebagai contoh nyata skala kejahatan kripto global. Menurutnya, mata uang digital semakin sering digunakan penjahat untuk menyamarkan hasil kejahatan lintas negara.

Dampak Besar Bagi Korban

Kerugian Investor Senior

Sebagian besar korban adalah investor berusia lanjut yang percaya pada janji keuntungan instan. Banyak dari mereka kehilangan tabungan hidup, bahkan dana pensiun. Pemerintah China menyiapkan skema kompensasi untuk meringankan kerugian para korban.

Efek Terhadap Reputasi Kripto

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berbasis kripto yang merusak kepercayaan publik. Bitcoin sering dipandang sebagai instrumen investasi berisiko karena rawan disalahgunakan.

Komitmen Penegakan Hukum

Investigasi Tujuh Tahun

Penyelidikan ini memakan waktu tujuh tahun dan melibatkan kerja sama erat antara Inggris dan China. Tim investigasi menelusuri ribuan transaksi lintas negara sebelum akhirnya menjerat Qian di pengadilan.

Vonis Bersalah dan Hukuman

Zhimin Qian telah mengakui perbuatannya di Pengadilan Mahkota Southwark, London. Ia kini menunggu vonis akhir. Sementara itu, Jian Wen sudah lebih dulu divonis enam tahun delapan bulan penjara.

Pandangan ke Depan

Tantangan Regulasi Aset Digital

Kasus ini menunjukkan urgensi pengawasan ketat terhadap aset kripto global. Negara-negara harus memperkuat regulasi untuk mencegah praktik pencucian uang dan penipuan serupa.

Pesan Penting Bagi Investor

Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati dalam investasi. Janji keuntungan besar tanpa risiko adalah tanda bahaya klasik dari skema penipuan.

Baca Juga : “Hasil Sassuolo vs Udinese: Jay Idzes Menang 3-1

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *