Lonjakan Pengunjung Mal Menjelang Idulfitri 2026 Diprediksi Tembus 15 Persen
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan periode puncak aktivitas belanja masyarakat menyambut Lebaran 2026 akan berlangsung sepanjang pekan ini. Fenomena ini terlihat dari kurva kunjungan ke berbagai pusat perbelanjaan yang terus merangkak naik secara signifikan. Antusiasme warga dalam memenuhi kebutuhan hari raya menjadi motor utama penggerak trafik di berbagai pusat perbelanjaan di tanah air.
Baca Juga : “Harga Minyak Naik, Pendapatan Negara Ikut Bertambah“
Analisis Pertumbuhan Trafik dan Momentum Penjualan Ritel
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan jumlah pengunjung saat ini telah menyentuh angka 10 hingga 15 persen. Ia optimis tren positif ini tidak hanya berhenti pada persiapan pra-Lebaran, melainkan akan tetap stabil hingga beberapa pekan setelah hari kemenangan. Momentum kenaikan ini diperkirakan mencapai puncaknya sejak Jumat hingga akhir pekan depan.
“Kami memprediksi tren ini akan bertahan hingga pasca-Idulfitri. Puncak transaksi ritel diproyeksikan terjadi minggu ini, dimulai dari hari Jumat dan berlanjut hingga pekan berikutnya,” jelas Alphonzus dalam keterangan resminya pada Sabtu (7/3/2026).
Pihak asosiasi mengamati bahwa pada fase menjelang Lebaran, pertumbuhan penjualan terjadi hampir merata di seluruh kategori produk. Masyarakat cenderung memprioritaskan belanja perlengkapan ibadah, pakaian baru, hingga kebutuhan logistik rumah tangga. Namun, pola konsumsi ini diprediksi akan mengalami pergeseran fungsi setelah memasuki hari raya.
Pergeseran Perilaku Konsumen: Dari Belanja Produk ke Rekreasi
Memasuki hari kedua Idulfitri, peran pusat perbelanjaan biasanya bertransformasi dari tempat belanja menjadi destinasi wisata keluarga. Alphonzus menekankan adanya perubahan pola belanja masyarakat yang lebih condong ke sektor gaya hidup dan pengalaman sosial. Jika sebelumnya fokus pada barang fisik, maka pasca-Lebaran konsumen akan lebih banyak menghabiskan anggaran di sektor kuliner dan fasilitas hiburan.
“Pada hari kedua Lebaran, fokus pengunjung biasanya berubah menjadi liburan. Pola konsumsi akan bergeser ke kategori makanan, minuman, serta wahana hiburan di dalam mal,” tambah Alphonzus.
Secara keseluruhan, APPBI sangat optimis bahwa peningkatan volume kunjungan tahun ini akan berbanding lurus dengan pertumbuhan nilai transaksi ritel. Kenaikan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tetap solid. Dengan strategi promosi yang tepat dari para tenant, pusat perbelanjaan diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini hingga akhir kuartal.
Baca Juga : “Pantauan Pekan Pertama Ramadan: Waktu Terbaik Berburu Koleksi Lebaran Sebelum Puncak Keramaian“
