Mentan Amran

Santri Diinspirasi Oleh Ketegasan Kebijakan Menteri Pertanian

Gebrakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sektor pertanian mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk komunitas pesantren. Salah satunya datang dari Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Umana, Sukabumi, Jawa Barat, Minjali. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah-langkah tegas yang diambil Mentan Amran dalam memajukan pertanian nasional dan membangun kemandirian pangan.

Menurut Minjali, kebijakan yang dikeluarkan Mentan Amran tak hanya membawa perubahan struktural, tetapi juga berdampak pada perubahan cara pandang generasi muda terhadap profesi petani. “Dulu profesi petani sering dianggap rendah. Sekarang justru semakin terhormat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga : “Dedi Mulyadi Usulkan Kertajati Jadi Industri Pertahanan“

Reformasi Citra Bertani Di Kalangan Santri dan Generasi Muda

Salah satu poin penting dari kebijakan Mentan Amran adalah keberhasilannya dalam mengubah paradigma generasi muda, termasuk para santri, terhadap dunia pertanian. Jika sebelumnya bertani dianggap kurang menarik, kini profesi tersebut mulai dilihat sebagai jalan hidup yang bermartabat dan strategis.

Minjali menyebutkan bahwa semangat bertani mulai tumbuh di kalangan pesantren. Santri kini tertarik mengembangkan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan karena merasa memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Ini menjadi bagian dari pendekatan pembangunan sumber daya manusia yang menyeluruh di sektor agraria.

Langkah Nyata Lawan Mafia Pangan dan Korupsi

Sikap tegas Mentan Amran terhadap praktik korupsi dan mafia pangan juga menjadi sorotan positif. Minjali menilai keberanian Amran dalam melakukan pembersihan internal Kementerian Pertanian adalah bentuk komitmen nyata memberantas penyimpangan yang menghambat kemajuan sektor pertanian.

“Pak Amran berani memecat puluhan anak buahnya yang terlibat praktik korup. Itu bukan hal yang mudah,” tegas Minjali. Ia menambahkan, keberanian seperti itu hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar bersih dan punya niat tulus membangun bangsa.

Menuju Swasembada dan Kedaulatan Pangan Nasional

Kebijakan Mentan Amran juga dinilai sejalan dengan misi besar Presiden Prabowo untuk menciptakan kedaulatan pangan nasional. Melalui kebijakan strategis yang mengurangi ketergantungan pada impor, Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan.

“Ini sangat penting dalam konteks menghadapi ancaman krisis pangan global. Pemerintah menunjukkan keberpihakan nyata pada pertanian,” jelas Minjali. Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan suatu negara, dan kebijakan ini membawa Indonesia ke arah tersebut.

Dukungan Triliunan Rupiah untuk Pertanian dan Program MBG

Salah satu kebijakan konkret yang turut diapresiasi adalah alokasi anggaran besar untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan. Kebijakan ini juga terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi prioritas pemerintah ke depan.

Minjali menilai kebijakan tersebut bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut pemerataan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi desa. “Peternakan dan pertanian akan menjadi penopang utama MBG. Ini kesempatan besar bagi santri untuk terlibat aktif,” katanya.

Santri Sebagai Agen Perubahan di Sektor Agribisnis

Melalui dukungan dan inspirasi dari kebijakan Mentan Amran, santri kini bukan sekadar pelajar agama, melainkan calon pelaku agribisnis masa depan. Pesantren mulai mengembangkan kurikulum pertanian terapan dan peternakan modern sebagai bagian dari pendidikan integral.

Kementan juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pesantren untuk mengembangkan teknologi pertanian, pupuk organik, hingga pelatihan kewirausahaan berbasis pertanian. Ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang mandiri dan produktif.

Pandangan ke Depan: Potensi Besar Pertanian di Tangan Generasi Muda

Melihat perkembangan ini, Minjali optimistis bahwa masa depan pertanian Indonesia akan cerah jika generasi muda, khususnya santri, diberikan ruang dan akses untuk berkarya. “Santri punya nilai moral dan semangat juang yang tinggi. Tinggal diberikan dukungan teknis dan kebijakan yang tepat,” ungkapnya.

Keterlibatan santri dalam sektor pertanian juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan nasional. Mereka akan menjadi jembatan antara nilai-nilai lokal dan inovasi modern dalam membangun pertanian yang berkelanjutan.

Penutup: Mentan Amran Jadi Figur Inspiratif di Dunia Pertanian

Kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman telah membuktikan bahwa reformasi di sektor pertanian bukan hal mustahil. Dengan kebijakan yang berani, bersih, dan berpihak pada rakyat kecil, ia tidak hanya menciptakan perubahan sistemik, tetapi juga menyemai harapan baru di hati generasi muda.

Pesantren seperti Al Umana di Sukabumi menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan berbasis nilai dapat bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. Dengan terus melibatkan santri, Indonesia punya peluang besar menjadi negara agraris yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Baca Juga : “Mentan Amran Pede Indonesia Capai Swasembada Pangan Akhir Tahun“

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *