Subholding Pertamina

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memberikan klarifikasi strategis terkait gemuknya struktur manajemen di Subholding Downstream (SHD) Pertamina. Saat ini, entitas hasil penggabungan tersebut tercatat memiliki 17 direksi dan 12 komisaris. Dony menegaskan bahwa komposisi ini merupakan langkah transisi krusial untuk memastikan stabilitas operasional selama proses integrasi besar-besaran berlangsung hingga Oktober 2026.

Baca Juga : “Pemerintah Siapkan Perpres Hapus Tunggakan JKN Kelas 3

Tahapan Konsolidasi dan Mitigasi Risiko Bisnis Hilir

Langkah penggabungan ini melibatkan tiga pilar utama bisnis hilir, yakni Pertamina Patra Niaga, Pertamina International Shipping (PIS), dan Kilang Pertamina Internasional (KPI). Dony menjelaskan bahwa efisiensi jumlah pengurus memang menjadi target akhir, namun keamanan pasokan dan kelancaran bisnis saat ini jauh lebih mendesak. Menurutnya, pemangkasan jabatan yang terburu-buru berisiko mengganggu ritme kerja di sektor vital tersebut.

Masa transisi ini dimulai sejak Februari 2026 sebagai titik awal penyatuan visi dan aset. Keberadaan belasan direktur tersebut difokuskan untuk mengawal detail teknis konsolidasi yang kompleks agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di masing-masing unit lama. Danantara memilih pendekatan bertahap guna menghindari kekacauan manajemen yang bisa berdampak pada distribusi energi nasional.

Target Restrukturisasi Menuju End State Oktober 2026

“Kita tidak mau tiba-tiba ‘sok-sokan’ menjadi 7 atau 8 orang tapi bisnisnya berantakan. Konsolidasi bisnis itu tidak mudah dan butuh waktu,” tegas Dony Oskaria saat memberikan keterangan di Jakarta. Ia menjamin bahwa struktur manajemen saat ini tidak bersifat permanen dan akan segera disesuaikan kembali begitu proses integrasi dinyatakan rampung sepenuhnya pada kuartal terakhir tahun ini.

Dalam daftar struktur terbaru, Mars Ega Legowo Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Pertamina Patra Niaga, kini memimpin SHD Pertamina sebagai Direktur Utama. Ia didampingi oleh jajaran direksi lintas fungsi, mulai dari operasional kilang, niaga, hingga logistik armada. Sementara itu, posisi komisaris juga diisi oleh tokoh dari berbagai latar belakang untuk memperkuat fungsi pengawasan selama masa transisi 10 bulan ke depan.

Daftar Lengkap Manajemen Transisi Subholding Downstream Pertamina

Berikut adalah susunan lengkap dewan pengurus yang bertugas mengawal transformasi SHD Pertamina hingga mencapai bentuk final:

Dewan Komisaris: Sabar Yudo Suroso (Komut), Agustina Arumsari (Wakomut), Bambang Suswantono, Ahmad Erani Yustika, Wanti Waranei Franky Mamahit, Panel Barus, Tina Talisa, Andy Rachmianto, Ardhy N. Mokobombang, serta Komisaris Independen Sudung Situmorang, Siti Zahra Aghnia, dan Prabunindya Revta Revolusi.

Dewan Direksi: Mars Ega Legowo Putra (Dirut), Taufik Aditiyawarman (Wadirut), Tenny Elfrida, Putut Andriatno, Dewi Kurnia Salwa, Hari Purnomo, Kadek Ambara Jaya, Arif Yunianto, Joko Pranoto, Didik Bahagia, Erwin Suryadi, Eko Ricky Susanto, Alimuddin Baso, Setyo Pitoyo, Rahman Pramono Wibowo, dan Bagus Agung Rahadiansyah.

Transformasi ini dipandang sebagai ujian bagi Danantara dalam mengelola aset negara secara profesional. Dengan target rampung pada Oktober 2026, publik menantikan efisiensi struktur yang dijanjikan tanpa mengurangi kualitas layanan energi di masyarakat. Restrukturisasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi biaya dan operasional yang lebih kuat bagi ekosistem hilir migas Indonesia.

Baca Juga : “Danantara Sebut Subholding Downstream Pertamina Masih Transisi

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *